Author Archives: sartono

SMAN 1 TOLITOLI MENERAPKAN SEKOLAH DIGITAL MENUJU ERA INDUSTRI 4.0 MULAI TAHUN PELAJARAN 2020/2021

Category : Tulisan

SAMBUTAN KEPALA SEKOLAH TENTANG SEKOLAH DIGITAL DENGAN MENERAPKAN PROGRAM MISCROSOFT 365 PRO PLUS DAN MOBILE EXAM PRO

Di era globalisasi menghadapi Abad ke-21 Milenial ke-3, maka kehadiran digital merupakan hal yang mutlak diperlukan dan menjadi kebutuhan utama manusia khususnya di SMA Negeri 1 Tolitoli Provinsi Sulawesi Tengah. Selain memberikan informasi tentang visi, misi, tujuan serta berbagai program sekolah, website ini juga dapat digunakan untuk literasi siswa lewat layanan perpustakaan online (digital library). Siswa bukan hanya melek ilmu pengetahuan tetapi juga melek teknologi khususnya teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Proses pembelajaran online di SMA Negeri 1 Tolitoli Provinsi Sulawesi Tengah sedang dilaksanakan sehingga dapat dijadikan  wahana belajar yang efektif. E-learning ini digunakan oleh para guru dan siswa untuk melakukan pembelajaran jarak jauh, tanpa dibatasi oleh jarak, ruang dan waktu. Adapun program yang tengah dilaksanakan yaitu Miscrosoft 365 Pro Plus dan Mobile Exam Pro.

Sekolah Digital juga merupakan sebuah sistem jejaring sosial akademik yang mengintegrasikan 3 (tiga) hal sekaligus dalam satu sistem berbasis web yakni sistem informasi akademik, komunikasi akademik stakeholder pendidikan, dan e-learning. Sekolah Digital diharapkan dapat memenuhi harapan tentang adanya suatu media belajar dan komunikasi antar semua stakeholder yang ada dalam proses belajar yaitu: sekolah, guru, siswa, dan orangtua.

Secara garis besar, proses komunikasi akademik dalam Sekolah Digital:

    • Siswa dengan guru (belajar mengajar)
    • Siswa dengan siswa lain (pertemanan)
    • Siswa dengan orangtua (pendampingan/kontrol)
    • Orang tua dengan guru (konsultatif)
    • Guru dengan guru (konsultatif, koordinatif, pengembangan materi/skill)
    • Guru dengan sekolah (konsultatif, koordinatif, kontrol)
    • Sekolah dengan masyarakat (publikatif, informatif)
    • Pemanfaatan fasilitas e-raport

Dimana Dunia tengah memasuki revolusi digital atau industrialisasi keempat. Penggunaan Internet of Things (IoT), big data, cloud database, blockchain, dan lain-lain akan mengubah pola kehidupan manusia khususnya siswa misalnya, dengan mudah dapat menemukan informasi melalui internet untuk menyelesaikan tugas-tugas sekolahnya.

Banyak pandangan negative tentang digital yang sedang marak dewasa ini sehingga banyak pemangku kepentingan pendidikan, baik birokrat, tokoh masyarakat, maupun orang tua siswa yang mengkhawatirkan dampak negatif penggunaan telepon seluler oleh anak. Oleh sebab itu saya menepiskan anggapan tersebut yang seharusnya pemangku kepentingan pendidikan, baik birokrat, tokoh masyarakat, maupun orang tua siswa lebih menyikapi secara bijak bersama- sama dengan seluruh elemen sehingga kehadiran ponsel di SMA Negeri 1 Tolitoli sebagai salah satu kebutuhan dalam dunia pendidikan kehadiran digital tidak menjadi momok dan penghambat dunia pendidikan melainkan disikapi sebagai suatu kemajuan.

Contoh : Sebuah produk Ruang guru, bernama “digitalbootcamp”, yaitu platform belajar kelompok dengan bimbingan tutor siaga. Grup chat belajar ini memanfaatkan modul bimbingan belajar lengkap, latihan soal dan tryout, serta akses video materi yang tersedia di “ruangbelajar.” Melalui layanan “digitalbootcamp” Ruangguru berhasil membantu lebih dari 96% pesertanya meraih nilai rata-rata di atas 70 pada Ujian Nasional 2017 hingga tahun 2020.

Kepala SMA Negeri 1 Tolitoli Provinsi Sulawesi Tengah mengharapkan :

    1. Kehadiran teknologi digital disikapi lebih bijak.
    2. Kerja sama antara pemangku kepentingan pendidikan
    3. Kerja sama antara birokrat
    4. Kerja sama antara tokoh masyarakat
    5. Kerja sama antara orang tua siswa
    6. Kerja sama antara Guru, siswa

Demikian sambutan ini semoga mendapat apresiasi yang positif dari semua pihak sehingga SMA Negeri 1 Tolitoli Provinsi Sulawesi Tengah yang pertama kali menerapkan Digital (Miscrosoft 365 Pro Plus dan Mobile Exam Pro) dalam proses pembelajaran maupun ujian yang berbasis Android.



Tim Debat Bahasa Inggris

Category : Tak Berkategori

Tim debater smansatolis belum bisa mempersembahkan piala atau sejenisnya untuk sekolah, tapi kami bangga karena bisa bertemu dengan debaters handal dari berbagai kabupaten se sulteng. Kalah menang soal biasa dalam kompetisi. Namun kami bangga dengan progress yang anak-anak capai. Urutan ke 4 se sulteng membuat mereka terpacu untuk lebih tekun mempersiapkan diri. Semoga sekolah memberikan kesempatan seluas – luasnya kepada seluruh siswa mengembangkan potensi dirinya lewat eskul yang tentunya ditunjang dengan finansial yang memdai. Semua butuh proses menuju suatu harapan yang didambakan. Selamat buat anak-anakku. Sy bangga dengan prestasi kalian. Keep learning and practing so you achieve your goal as well as your dreams. Congratulations (by Amri, S.Pd.M.Pd-Pendamping)



Studi Banding Merupakan Agenda Rutin Sekolah

Category : Tak Berkategori

Agenda rutin SMA Negeri 1 Tolitoli salah satunya studi banding yang selalu dilaksanakan oleh sekolah untuk meningkatkan wawasan siswa dengan sekolah lain. Tahun 2019 ini SMA Negeri 17 Makassar masih menjadi tujuan siswa guna mengakselerasi kegiatan-kegiatan yang perlu di adobsi ke SMAN 1 Tolitoli.

Foto Bersama Kepala Sekolah

Foto kegiatannya wawancara Kepsek SMA 17 Makasar

Osis SMANSA bersama osis SMA N 17 Makasar di kantin sharing ttg kegiatannya masing masing

Dialog di pabrik semen tonasa


#MENGGUGAT SISTEM PENDIDIKAN

Category : Tak Berkategori

oleh EDDIJ SOEBAGIJO, S.T 181220 – Jumat, 27 April 2018, 21:26

Kita semua sepakat, bahwa pendidikan itu penting, sehingga semua kita mau berkorban demi pendidikan. Orang-orang tua bekerja keras mencari uang agar anak-anaknya bisa sekolah, pemerintah mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk pendidikan, dan anak-anak pun harus berjuang untuk belajar dan ada yang harus tinggal jauh dari orang tua.

Di Negara kita, anak-anak sekolah di SD selama 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun, dan ada yang kuliah S1 4-5 tahun. Artinya tak kurang 16 tahun, bahkan ada yang lebih menghabiskan umur untuk sekolah. Dan sebagian besar dari kita semua pernah sekolah, juga pernah merasakan senang dan susah. Dulu, kita belajar dengan giat, tugas dan PR cukuplah berat, dan kita khawatir tidak naik kelas apalagi sampai tidak tamat.

Pertanyaannya sekarang, apa saja pelajaran yang masih kita ingat?, Apa kita masih ingat tentang materi pelajaran biologi di SMP?, atau matematika di SMA?. Serta materi pelajaran sekolah apa yang sampai saat ini masih kita gunakan? Persamaan kuadrat atau persamaan eksponen? Masalah Kromosom XX atau Heterozigot?

Faktanya, anak-anak sekolah cukup banyak menghabiskan waktu seperti kita dulu. Anak-anak belajar hal-hal yang tidak pernah akan digunakan dalam kehidupannya. Hanya beberapa pelajaran yang relevan dan masih berhubungan dengan kehidupannya saat dewasa.

Rumus fisika, kimia, matematika, dan pelajaran biologi, geografi, akuntansi, sosiologi, PPKN, dan lain-lainnya. Itu semua sebagian besar seperti sejarah saja, artinya kita punya sejarah pernah belajar pelajaran tersebut, walaupun sekarang kita tidak pernah pakai atau sudah lupa. Malah pelajaran sejarah sendiri pun menjadi sejarah. 🙂

Belum lagi pelajaran bahasa Inggris, minimal kita semua telah belajar bahasa ini selama 6 tahun (SMP dan SMA), ada juga yang sudah mulai belajar dari SD. Jangankan untuk menulis surat atau artikel dalam bahasa Inggris, merayu dengan dua kalimat saja kita masih belepotan. 🙂

Ini bukan karena guru kita dahulu tidak bisa mengajar, malah pengalaman dan ilmu mereka tak kita ragukan. Namun ada yang salah dalam sistem pendidikan kita, yang membuat banyak pelajaran sekolah menjadi sejarah saja, dan ini berlaku di seluruh Indonesia, bukan hanya di daerah kita.

Kita sekolah lebih 16 tahun lamanya, terkesan itu seperti sia-sia. Malah yang lebih menyedihkan lagi, pendidikan kita merupakan mesin pencetak pengangguran.

Padahal untuk pendidikan anaknya, orang tua di kampung-kampung menjual tanah, ternak atau harta lainnya, dan ada yang berhutang pada siapa saja, demi memenuhi biaya pendidikan anaknya. Orang tua berharap anaknya akan mendapat kehidupan yang lebih baik dan sukses, bukan seperti dirinya.

Namun apa yang terjadi, sistem pendidikan kita belum mampu menawarkan ijazah yang membuat pemiliknya kreatif dan inovatif dalam menghadapi tantangan jaman. Sistem pendidikan kita masih menawarkan ijazah dengan kemampuan menjadi pegawai atau karyawan. Sedangkan yang menjadi Bos-nya adalah orang-orang yang tidak mempedulikan ijazah produk sistem pendidikan kita. Mereka sukses karena mencari alternatif dan menjadi orang-orang yang kreatif. 

—————–

Hakikatnya sekolah-sekolah melahirkan manusia yang terdidik, manusia-manusia yang akan menghadapi masa depan, dengan segala kompleksitas dan permasalahannya.

Faktanya, sistem pendididkan hanya memberikan ijazah akademik, namun tidak memiliki kemampuan pemecahan masalah dan pengembangan kreativitas dalam menghadapi hidup dan tantangan masa depan, sistem pendidikan kita hanya mempersiapkan alumninya sebagai calon pegawai atau karyawan. Sedangkan yang menjadi Bos-nya adalah orang-orang yang tidak mempedulikan izajah, mereka adalah orang-orang kreatif dan keluar dari pola pendidikan yang kaku.

Sayangnya, penerimaan pegawai negeri terbatas tiap tahunnya, sedangkan orang-orang kreatif dan yang berpikir tidak biasa, atau orang-orang kreatif yang mampu membuka lapangan-lapangan pekerjaan terbatas jumlahnya. Sehingga para sarjana dan alumni sekolah-sekolah (SMA dan SMK) banyak menganggur dan tidak mendapat kerja.

Apa masalahnya pada sistem pendidikan kita? Sekolah lama-lama dan tinggi-tinggi tapi tak dapat kerja, padahal orang-orang tua miskin di kampung-kampung menyekolahkan anaknya agar bisa hidup baik tidak seperti dirinya, sehingga menjual apa saja dan membuatnya menjadi lebih merana.

Dilain sisi, pelajaran di sekolah sangat jarang berguna pada kehidupan anak-anak saat dewasa, pelajaran matematika, fisika, biologi, dan pelajaran lainnya hanya menjadi sejarah saja, belajar susah payah tapi mereka tidak tau untuk apa. Setelah mendapat ijazah juga tak mendapatkan kerja.

Anak-anak juga berkorban sangat luar biasa, mereka butuh belaian kasih sayang orang tua. Setiap menit sangat lah berharga. Namun karena harus sekolah terpaksa harus berpisah.

Ingatkah kita, mengapa anak-anak pada hari pertama melangkahkan kaki masuk sekolah anak-anak menangis?

Itu karena anak-anak tau dia akan terpisah dengan orangtuanya dan tak lagi bisa selalu bersama. Anak-anak perlu selalu belaian cinta dan kasih sayang orang tua.

Ini pengorbanan yang mahal bagi anak-anak, maka tak adil rasanya jika pengorbanan ini tidak sebanding dengan apa yang didapatnya dari sistem pendidikan kita.

Belum lagi, jika jenjang sekolah semakin tinggi. Maka anak-anak harus pergi untuk sekolah atau kuliah dengan hidup mandiri.

Banyak masalah yang harus ditanggungnya sendiri, mulai masalah beban belajar yang tinggi, jika sakit harus bangun cari obat sendiri, jika lapar makan indomi, ingin makan enak saat mimpi atau ada yang undang kenduri. 🙂

Artinya, kita semua berkorban untuk mendapatkan pendidikan agar cerah masa depan, namun lihat sistem pendidikan kita. Apakah telah memberikan tawaran masa depan yang cerah, atau semakin membuat orang tua resah!

Ini sangat tidak adil bagi masyarakat kita, menteri dan para politisi menyusun kebijakan pendidikan kita tak sekalipun pernah mengajar di sekolah-sekolah. Tapi mereka yang menentukan pendidikan kita mau dibawa kemana.

Para menteri dan politisi membahas kebijakan pendidikan di hotel dan gedung-gedung yang tinggi, tapi anak-anak pergi ke sekolah tanpa alas kaki, kurikulum yang mereka buat salah tapi guru-guru yang dicaci maki,  dianggap tidak mampu dan tak punya kompetensi. Kurikulum kita selalu berganti jika ganti menteri, guru-guru di sekolah belum tuntas mempelajari dan menerapkan kurikulum baru, tiba-tiba keluar lagi kurikulum yang lebih baru, yang disahkan oleh menteri baru. Sistem pendidikan kita coba-coba tanpa jelas visi dan orientasinya. 

Dipedalaman, guru sejarah harus mengajar geografi, dan guru PPKN mengajar biologi.  Sekolah-sekolah dikota mengejar prestasi, sedangkan sekolah di kampung dan pedalaman tak terpeduli.

Kita tak perlu lah membandingkan sistem pendidikan kita dengan sistem pendidikan di Finlandia, walaupun para pejabat pendidikan sering kesana. Karena pada dasarnya kita berbeda dan kita mampu seperti mereka asalkan pemangku kebijakan mau membuka mata dan telinga.

Apa yang perlu kita perbaiki? Agar pelajaran-pelajaran di sekolah lebih berarti. Materi matematika, fisika, geografi, akuntansi dan lainnya tidak semata-mata menjadi sejarah saja, bahwa kita pernah belajar materi itu tapi sekarang dipakai lagi dan sudah lupa.

Dan apa yang perlu kita benahi agar sekolah-sekolah dan universitas tak lagi melahirkan para pencari kerja, yang akhirnya pengangguran dimana-mana.

——————

Seperti sudah saya tulis sebelumnya, anak-anak belajar di sekolah cukuplah lama, tak kurang 16 tahun menghabiskan waktu untuk sekolah. Namun faktanya, pelajaran di sekolah dulu tak pernah digunakan untuk kehidupannya saat sudah dewasa, sehingga terkesan kurang bermakna.

Belum lagi, orang-orang tua di kampung-kampung terutama yang miskin, menyekolahkan anaknya dengan bersusah payah, dengan harapan orang tua anaknya bisa sukses dan mempunyai masa depan yang cerah. Namun setelah selesai sekolah/kuliah tak mendapatkan apa-apa dan sulit mencari kerja.

Apa yang salah dengan sistem pendidikan kita? Padahal pelajaran di sekolah dan di universitas cukup lah susah, tapi tak menjamin masa depan yang cerah.

Kita memang tak bisa menutup mata, bahwa sistem penerimaan calon mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Negara ini melalui tes kemampuan akademik.

Soal-soal SMPTN sangatlah sulit, sehingga anak-anak belajar dengan giatnya, semua belajar keras agar dapat lulus diperguruan tinggi sesuai keinginannya.

Setelah semuanya itu selesai, maka pelajaran-pelajaran di sekolah hanya lah menjadi sejarah. Bagi yang melanjutkan kuliah maka ada beberapa mata pelajaran yang menjadi dasar pengembangan ilmu selanjutnya. Sedangkan bagi yang berhenti melanjutkan studi, hanya pelajaran agama lah yang terus mendampingi perjalanan hidupnya.

Artinya, begitu banyak pelajaran yang kemudian tidak punya makna apa-apa untuk menunjang kehidupan anak-anak saat dia dewasa.

Seharusnya sistem pendidikan kita bagaimana? Atau apa solusinya?

Kalau kita menyadari bahwa orang-orang yang sukses dalam hidupnya saat dewasa adalah orang-orang yang berpikir kreatif, bernalar logis, sistematis dan kritis, memiliki jiwa inovasi, mampu menyelesaikan masalah, dan tak mudah menyerah.

Lalu mengapa pelajaran-pelajaran di sekolah tidak maksimal melakukan pendekatan pembelajaran yang menguatkan hal ini. Sekolah-sekolah kita masih saja menerapkan sistem pendidikan Bihavioris. Masuk ke kelas harus dengan rapi, duduk diam dan teratur seperti ABRI. Anak-anak menghapal begitu banyak pelajaran, latihan menjawab soal-soal, memiliki tugas atau PR setiap mata pelajaran. Padahal, suatu saat mereka tidak pernah gunakan itu semua untuk hidupnya.

Pada sisi lain, kurikulum kita memang sudah berubah, namun guru di sekolah terpaksa taat aturan yang semakin susah, mengejar target kurikulum yang telah ditetapkan, sehingga kreativitas guru hanya sekedar jadi harapan.

Memang kurikulum kita sudah berubah, namun pelaksanaannya bagaimana? Setiap hari guru matematika, fisika dan kimia mengajar dengan pola yang sama, menuliskan judul materi pelajaran dipapan, membuat rumus-rumus kemudian dijelaskan, selanjutnya memberi contoh-contoh soal sebagai panduan, dan memberikan latihan yang harus dikerjakan. Kebiasaannya, contohnya mudah dan latihannya sulit, sehingg siswa menjerit. 🙂

Guru-guru ekonomi, geografi, PPKN, sosiologi, dan sejarah, mengajar dengan materi dengan metode ceramah.  Kemudian meminta anak-anak menuliskan catatan, agar materi bisa dihapalkan. Setiap ujian tiba, lain yang siswa hapalkan, lain pula soal yang keluar, 🙂 mungkin terlalu banyak materi yang harus dikuasai dan tak mampu dihapal semua!

Namun itu dulu, saat kurikulum kita masih menganut faham Bihaviorsme, dimana anak-anak belajar harus diberi latihan banyak-banyak (drill), guru mendominasi kelas, pembelajaran satu arah dengan ceramah. Sekarang pelan-pelan sudah berubah.

Mulai tahun 2004 kurikulum di Indonesia berubah menganut faham Konstruktivisme, kurikulum ini dinamakan KBK, kemudian berubah nama menjadi kurikulum 2006 (KTSP), dan saat ini berubah lagi menjadi Kurikulum 2013 (K13)

Kurikulum yang menganut faham Konstruktivisme sejak 2004, kemudian merubah paradigma pembelajaran di sekolah. Guru tidak boleh lagi mengajar hanya dengan cermah, namun dengan model/pendekatan/strategi pembelajaran yang bervariasi, anak-anak belajar diajak untuk membangun (meng-konstruk) sendiri pemahamannya, guru berfungsi sebagai fasilitator yang memfasilitasi anak-anak untuk belajar.

Kurikulum ini menjadi kontroversi, banyak yang menentang karena dianggap merepotkan, serta ada yang menganggap kita belum siap seperti di negara-negara barat.

Selain itu, pelatihan kurikulum baru tidak merata dan tidak semua guru mendapatkannya, dan guru yang telah dilatih pun tidak semuanya tuntas memahaminya, apalagi kurikulum K13 yang tolak-tarik pelaksanaan, Menteri Pendididkan M. Nuh menggagasnya, kemudian Anis membatalkan, dan Anis pula yang menerapkannya kembali. Kemudian dilanjutkan oleh menteri selanjutnya.

Dengan kurikulum baru ini, apakah menjadi penyelesaian masalah? Faktanya belum dan begitu banyak kendala!

Seperti tulisan diawal, pelajaran-pelajaran yang banyak dan padat belum memberikan makna apa-apa, selain nilai-nilai akademik yang menjadi targetnya, walaupun sudah mulai memperhatikan keseimbangan ranah kognitif, afektif dan psikomotorik siswa, namun masih jauh dari harapan.

Jauh dari itu semua, seharusnya kita terus implementasi dalam mendorong anak-anak tumbuh kreatif, bernalar logis dan kritis dengan menekan pada pembelajaran berbasis pemecahan masalah, sehingga anak-anak akan tumbuh sebagai orang-orang dewasa yang kreatif, inovatif dan tak mudah putus asa. 

Nanti suatu saat, anak-anak sudah dewasa, walaupun tidak ingat atau lupa tentang materi-materi pelajarannya, namun dengan materi-materi itulah anak-anak dibiasakan berpikir kreatif dan inovatif. Sehingga tidak ada yang terkesan sia-sia. Karena selain anak-anak kita mampu menguasai materi pelajaran untuk menghadapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi, namun juga punya makna untuk masa dewasanya, sehingga pelajaran tidak menjadi sejarah-sejarah tanpa makna.

Mengapa membangun jiwa kreatif dan inovatif itu penting?. Karena pada dasarnya, semua anak-anak tumbuh-besar dengan memiliki kemampuan kreativitas dan inovasi yang baik.

Lihatlah anak-anak kecil, bermain dengan apa saja. Ranting pohon dijadikan pistol atau senjata, kotak-kotak kecil bekas makanan dijadikan mobil-mobilan, dan pasir atau tanah dijadikan tempat lintasan. Anak-anak membuat bermacam-macam inovasi dalam kehidupan masa kecilnya.

Sayangnya, saat anak masuk sekolah kreativitas dan jiwa inovasi semakin hari semakin hilang, anak tumbuh menjadi orang-orang yang prosudural, anak-anak sibuk menghapal macam-macam pelajaran.

Anak-anak diajarkan meniru cara guru menyelesaikan soal-soal atau permasalahan, sehingga menjadi manusia-manusia peniru dalam penyelesaian masalah. Lihatlah, guru memberikan contoh soal dan anak-anak menyelesaikan soal dengan melihat contoh yang sudah dibuat oleh guru. Sehingga jiwa kreatif anak-anak pelan-pelan hilang dan pudar.

Maka tak heran, jika kelak sudah dewasa dan menjadi pejabat dan politisi, lebih suka studi banding ke luar negeri. Lebih suka mencontoh daripada berinovasi sendiri.

Sebagai penutup tulisan ini, sebenarnya kurikulum kita jauh sudah lebih baik daripada kurikulum 1994 dan sebelumnya, yang masih menganut faham Bihaviorsme, hanya saja perlu komitmen kita bersama terutama pemangku kebijakan agar kurikulum yang dikeluarkan tidak kontra produktif dilapangan, dengan memasang target-target yang membuat anak-anak semakin hilang jiwa kreativitas dan inovasinya. Sehingga pembelajaran yang lebih menekankan pada proses dari pada hasil bukan isapan jempol semata. 

Kelak saat anak-anak dewasa, selain memiliki kemampuan akademik dan intelektual yang baik, namun juga memiliki mental yang kreatif, dan tak mudah menyerah pada keadaan.

Sehingga kedepan lahir generasi-generasi yang tidak hanya ingin mencari pekerjaan, namun juga bisa menciptakan lapangan kerja bagi orang lain.

Semoga ADA PERUBAHAN….!


Sagusasway

Category : Tak Berkategori

Bagi guru yang memiliki akun malukubelajar.org silahkan baca panduan ini!!!

modul 3.3

  1. Menu2 kuis Forms: https://youtu.be/6PPeIGeuidE
  2. Membuat judul kuis : https://youtu.be/6PPeIGeuidE
  3. Membuat soal jawaban ganda : https://youtu.be/-96J1-96ws0
  4. Membuat soal pilihan ganda : https://youtu.be/ZssACnprpcQ
  5. Membuat Soal Pilihan Ganda ( Soal yang menggunakan equation) : https://youtu.be/AqBqJrUIfrU
  6. Membuat soal esai jawaban panjang : https://youtu.be/j97aFYvbCYs
  7. Membuat soal esay jawaban pendek : https://youtu.be/E19nqb3Nqxg
  8. Membuat soal esay dengan batasan : https://youtu.be/r_c8RT9l1Os
  9. Membuat soal tingkatan : https://youtu.be/QO7OuVuPyvw
  10. Membuat soal jawaban tanggal : https://youtu.be/wmPTqD36WKk
  11. Membuat soal likert : https://youtu.be/uqOxKY3DXxk
  12. Membuat soal mengurutkan : https://youtu.be/QLtamwZiLvU
  13. Mengganti tema, pengaturan dan share : https://youtu.be/Cr_TN_EaGS4
  14. Penilaian Kuis : https://youtu.be/rDRqTSimPaA

 

Pembuatan Formulir

Cara pembuatan formulir hampir sama dengan pembuatan  kuis. Untuk formulir tidak ada penilaian. Materi pembuatan formulir bisa merujuk ke materi pembuatan soal.

Adapun tutorialnya Sebagai berikut.

https://youtu.be/XIhytICun4M?list=PL51YRJzVcKcIaKZsMLkn4XAolrh3cqlaj

 


Pengumuman

Category : Tak Berkategori

Disampaikan bagi calon peserta didik baru SMA Negeri 1 Tolitoli yang dinyatakan LULUS Bebas Tes maupun yang LULUS seleksi berbasis CAT, diharapkan mengambil undangan pertemuan di sekolah pada tanggal 25 Juni 2018. Pertemuan akan dilaksanakan pada Hari Selasa Tanggal 26 Juni 2018 di AULA SMA Negeri 1 Tolitoli.

Tolitoli, 24 Juni 2018

ttd

Kepala Sekolah




Informasi Seputar Afirmasi 2018

Category : Tak Berkategori

Isi informasi yang berasal dari Direktur Kemahasiswaan bahwa pengumuman hasil seleksi Afirmasi tahun 2018 di undur, sedianya tanggal 4 Juni 2018 di undur menjadi Minggu ke-2 bulan Juli 2018 dan akan diinfokan melalui Website Ditjen Belmawa, terima kasih. Lampiran info :

 

Afirmasi Info

Atau link berikut: http://belmawa.ristekdikti.go.id/2018/06/05/pengumuman-perubahan-pengumuman-kelulusan-adik-2018/


Pengumuman Hasil SNMPTN 2018

Category : Tak Berkategori

Silahkan Download Link Dibawah ini!

Hasil Seleksi SNMPTN 2018


SKP ONLINE

Category : Tak Berkategori

Mohon guru dan pegawai segera mengisi skp online!

dengan cara klik link dibawah ini!

http://skp.megadata.co/skpd/masuk



Pengumuman PPDB 2017/2018 Jalur Test

Category : Tak Berkategori

 

PENGUMUMAN PPDB 2017.2018_02.

Waktu pendaftaran ulang dari tanggal 19 s/d. 21 Juni 2017

Syarat Pendaftaran Ulang

  1. Dinyatakan diterima sebagai siswa SMA Negeri 1 Tolitoli
  2. Mengisi Formulir Peserta Didik yang disiapkan sekolah
  3. Mengisi Surat Pernyataan Siswa dan Pernyataan Orang Tua/Wali Siswa (Materei 6000)
  4. Foto copy Akte Kelahiran sebanyak 1 lembar.
  5. Foto copy Kartu Keluarga (KK) yang masih berlaku sebanyak 1 Lembar
  6. Foto copy KPS /KIP/KIH/Kartu JPS/Kartu PKH bagi yang memiliki (harus memuat nama siswa yang bersangkutan) sebanyak 1 Lembar
  7. Foto copy Surat Keterangan Kelulusan yang telah dilegalisir sebanyak 1 Lembar
  8. Fotocopy Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN) sementara yang telah dilegalisir sebanyak 1 Lembar
  9. Pas photo 2 X 3 sebanyak 2 lembar dengan latar merah
  10. Semua berkas dimasukkan ke dalam map snelhecter plastik dengan ketentuan sebagai berikut:
  • Warna merah untuk siswa putri
  • Warna biru untuk siswa putra

Demikian informasi ini, harap maklum.


Program Afirmasi ADEM dan ADik

Category : Tak Berkategori

page0001 page0002 page0003 page0004page0005

JADWAL SELEKSI BEASISWA PENDIDIKAN INDONESIA DAN AFIRMASI 2017

eecfa3950cfe4731d6278f57d45c14ad-0 eecfa3950cfe4731d6278f57d45c14ad-1

Jadwal-pendaftaran-2017

Press-Release-ADik-update_Afirmasi 2017


Kalender

Juli 2020
S S R K J S M
« Mar    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031